Toyota C-HR Mengganti Rush Masih Menunggu Respons Pasar

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Toyota C-HR Mengganti Rush Masih Menunggu Respons Pasar. Beredar rumor, ada rencana Toyota memproduksi C-HR di Indonesia. Begitulah, sekurangnya, yang didapat tim Oto.com. Menariknya lagi, C-HR ini menggantikan posisi Rush yang telah dipasarkan PT Toyota Astra Motor sejak  2006.

 

 

Toyota C-HR Mengganti Rush Masih Menunggu Respons

Toyota C-HR merupakan produk teranyar Toyota yang baru saja diproduksi akhir 2016 lalu di Turki. Mobil ini hadir di kelas crossover dan dianggap bakal jadi pesaing produk serupa seperti Nissan Juke, Honda HR-V dan Mitsubishi Outlander.

 

Mobil ini diproduksi menggunakan Toyota New Global Architecture (TNGA). Platform yang digunakan ini, merupakan pengembangan terbaru Toyota dan digunakan pada mobil barunya seperti C-HR dan Prius. Lantas jika Toyota ingin memproduksi C-HR di Indonesia, maka bakal ada penyesuaian jalur produksi.

 

Edward Otto Kenter, Direktur Senior PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan, pihaknya tengah melakukan studi untuk dapat memproduksi kendaraan dengan menggunakan platform TNGA seperti C-HR. “Kita sedang mempelajari, dan itu semua tidak bisa didapat begitu saja, harus dibuktikan, apakah pasar bisa menerima,” tegas Edward saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/3).

 

C-HR pesaing Juke

 

Lantas saat ditanya lebih jauh apakah C-HR akan diproduksi di Indonesia dan menggantikan posisi Rush di pasar Indonesia? Edward tidak memberikan jawaban pasti. Ia bilang, Toyota secara global telah menjual C-HR sementara penjualan Rush tetap dilakukan.

 

“Toyota C-HR kan sudah ada di luar, tapi Rush masih ada kan, jadi nanti kita lihat saja apa yang akan terjadi segmennya masuk atau enggak. Sekali lagi market yang menentukan. Kita lihat nanti seperti apa,” jelas Edward seakan memberikan jawaban yang menggantung.

 

Ia juga bilang, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum TMMIN memutuskan untuk memproduksi unit baru. “Market yang harus kita lihat seperti apa, konsumennya itu mau apa tidak produk itu, dan pertimbangan lain adalah bagaimana produk itu untuk di lokal kontenkan. Lalu siapa pemasok Q1, Q2 dan Q3, mampu atau tidak untuk memproduk komponen itu, jadi pertimbangannya banyak,” tambah Edward.

 

TRD berikan sentuhan untuk C-HR

 

Lalu muncul pertanyaan, sejauh apa persiapan TMMIN untuk memproduksi mobil itu? “C-HR itu kan bagian dari platform baru, kita lihat marketnya dulu bisa terima atau enggak, kemudian kita mampu gak untuk kompetitif. Jadi untuk itu kita berjuang terus gak boleh lengah dan berlomba untuk terus cari peluang, dan kita juga berharap untuk dapat terus meningkatkan kapasitas produksi kita yang ada saat ini,” tambahnya.

 

Hadirnya C-HR di kelas SUV/Crossover maka seolah menutup ‘gap’ Toyota yang cukup jauh antara mereka dan lawannya. Platform ladder frame yang digunakan SUV kembar – Rush dan Terios-tidak senyaman lawannya yang sudah memanfaatkan monokok. Lagi pula, kedua SUV itu sudah mendekati ujung masa produksi.

 

Sebagai informasi, Toyota membuat C-HR dengan menggunakan mesin turbocharged berkapasitas 1.2 liter yang mampu menghasilkan daya hingga 114 tenaga kuda. Untuk pilihan penggerak lainnya tersedia C-HR yang menggunakan sistem hybrid dan digabungkan dengan mesin bensin serta motor listrik bertenaga 120 tenaga kuda.

 

Mobil ini pernah dipamerkan Toyota di Tanah Air dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Diprediksi, saat gelaran IIMS 2017 bulan April nanti, TAM akan memperkenalkan versi produksinya, dan mulai dijual di GIIAS 2017.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *