Tips Menghindari Emosi Berlebihan Saat Sedang Berkendara

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Tips Menghindari Emosi Berlebihan Saat Sedang Berkendara. Mengemudi, merupakan salah satu kegiatan yang semua orang lakukan dalam beraktivitas sehari-harinya. Jarak tempuh untuk menuju kesuatu tempat yang menjadi tujuan Anda saat itulah yang menuntut Anda untuk mengemudi, baik itu saat Anda menuju ke terminal, bandara, kantor, rumah sakit, taman, sekolah dan yang lainnya. Namun, ada juga yang memang berprofesi sebagai pengemudi, sehingga kesehariannya memang dijalani dengan duduk dan mengendalikan gas dan rem.

Menghindari Emosi Berlebihan
Bukan hal yang mudah untuk kita mengemudi dengan kondisi yang sedang tidak fit ataupun dalam banyak fikiran.

Berkendara di jalan raya yang ramai dan macet serta penuh dengan berbagai macam pengemudi terkadang membuat kegiatan yang satu ini mendatangkan emosi yang tidak perlu. Kemacetan yang para tidak jarang membuat stress dan masalah bisa saja muncul ketika emosi tidak terjaga.

Emosi yang berlebih akan berdampak pada keselamatan anda dalam berkendara. Saat seseorang yang mengemudi mengalami gangguan kecemasan, maka otak dan tubuh mereka akan kesulitan untuk menjaga kesetabilan kendaraan mereka dan akan mengalami banyak gangguan, termasuk kesulitan untuk mengontrol kendaraan.

Nah, bagi Anda yang tak mau menguras emosi di jalan, ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk menghindari emosi ketika terjebak macet. Berikut ini ulasanya.

Tips yang  pertama adalah dengan memperhatikan jarak aman antara mobil Anda dengan mobil di depan kita sekitar 2-3 meter namun tetap menyesuaikan dengan kepadatan jalan. Anda dapat mengatur jarak secara proporsional, khususnya pada bagian ban mobil di depan.

Jika mobil kita berada pada posisi macet dan bertemu dengan pertigaan tanpa lampu merah, maka jangan berhenti tepat di jalan pertigaan (entrance / junction) tersebut atau menutupi jalur pertigaan tersebut yang bisa menyebabkan kemacetan bertambah parah. Jalankan mobil jika memang jalur tersebut telah kosong.

Tidak fokus di kemacetan yang sedang terjadi. Usahakan pikiran tetap rileks. Dalam kasus ini, banyak pemilik mobil tidak menyadari jika membuat pikiran rileks dengan kasus lain seperti berencana bertamasya ke daerah tertentu membantu menghindari emosi di saat menghadapi macet. Pikirkan hal lainnya, jangan ingin buru-buru sampai tujuan. Ketika kita ingin cepat tujuan, pasti pengendara mobil selalu main serobot. Bukan tidak mungkin pada akhirnya emosi tersulut.

Selalu waspada dengan kondisi di sekeliling mobil dengan selalu mengecek spion. Perhatikan para pejalan kakiserta kendaraan lain di kiri dan di kanan. Bersamaan dengan itu pastikan kontrol laju terkendali baik dari pengereman atau lajur kopling.Gunakan rem tangan saat di tanjakan agar tidak tergelincir atau mobil bisa mundur. Pindah gigi satu dan lepaskan pedal kopling bersamaan dengan menginjak pedal gas secara perlahan. Dahulukan pengendara lain yang ingin masuk jalan dari jalur lainnya (junction). Hindari mengendara secara egois dan ngotot agar konflik dapat dihindari.

Peregangan otot sesekali perlu dilakukan agar badan tidak terasa kaku saat kemacetan melanda.Sesekali bawa badan bergerak di dalam mobil ketika menghadapi kemacetan terjadi. Menyediakan makanan dan minuman di dalam mobil terbukti membantu menghindari emosi tersulut. Makan ketika terpengrangkap macet membantu merilekskan badan.
Sumber : mobilwow.com,  mobilkamu.com

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *