Tips Mengganti Pelek dan Ban Mobil Agar Tetap Nyaman

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Tips Mengganti Pelek dan Ban Mobil Agar Tetap Nyaman.

Mengganti Pelek dan Ban Mobil

Salah satu komponen mobil yang kerap diganti oleh para pemiliknya adalah pelek. Biasanya para pemilik mobil sengaja menggantinya hanya untuk meningkatkan penampilanya agar terlihat menjadi lebih keren. Namun begitu, ternyata masih banyak orang yang mengganti pelek tanpa mengikuti panduan yang baik sehingga akibatnya keamanan dan kenyamanan berkendara makin diabaikan. Kebanyakan mereka hanya asal pilih saja tanpa menyesuaikan ukuran yang sesuai dengan mobilnya.

Tips mengganti Pelek dan Ban Mobil

Nah kali ini ada beberapa panduan serta tips mengganti pelek mobil yang benar ala bengkel khusus pelek dan ban MdM yang berada di jalan fatmawati, Jakarta selatan. Salah satu punggawa MdM, bernama Amar mengatakan bahwa salah satu rumus khusus dalam memodifikasi pelek mobil adalah dengan memasang 3 tingkat dari ukuran pelek bawaan pabrik (OEM).

“Sebenarnya, standar itu boleh naik 2 tingkat. Tapi, masih bisa naik 3 tingkat, tapi wajib ada penyesuaian lagi di bagian kaki-kaki,” jelas Amar. Salah satu contohnya adalah bagi pemilik mobil Avanza yang punya pelek bawaan dari pabrik berdiameter 14 inci. Maka mereka boleh mengganti peleknya menjadi 15 inci dengan ban 185/65. Atau jika mau bisa lagi denag ukuran yang lebih besar yaitui 16 inci, dengan menggunakan ban ukuran 205/55. Bisa juga diganti dengan pilihan yang terakhir yaitu ukuran 17 inci dengan menggunakan ban 205/50 atau 215/45.

“Ingat, semakin besar pelek, otomatis ban yang digunakan semakin tipis ketebalannya. Hal tersebut tentu akan mengurangi kenyamanan karena efek penyerap benturan dari ban berkurang dan hanya mengandalkan sok,” beber Amar.

Adapun salah satu panduan mengganti pelek dan ban adalah Biasanya kebanyakan para pemodifikasi mengakali masalh ini dengan mengubah kaki kaki mobil. Yang paling sederhana yaitu dengan mengganti per bawaan pabrik dengan per dengan karakter yang lebih kaku ayunanya. Adapun funsinya adalah, ketika beban pelek serta ban lebih besar dari pelek bawaan atau pelek standar, maka otomatis membutuhkan daya kejut yang lebih keras.

“Sebelum ganti pelek, diskusikan dulu dengan orang bengkel sehingga tahu apa saja yang harus diganti. Jangan sampai, sudah mobil enggak keren malah rugi karena harus jebol kaki-kaki,” tutup Amar.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *