Tips Mengemudikan Mobil Matik Bagi Pemula

Toyota Samarinda : Tips Mengemudikan Mobil Matik Bagi Pemula.

Mengemudikan Mobil Matik Bagi Pemula

Sebagian pengguna mobil Low Cost Green Car (LCGC) merupakan first car buyer. Ada yang beralih dari menggunakan sepeda motor, atau sebelumnya mengandalkan kendaraan umum saja. Seiring perjalanan hidup dan kenaikan level perekonomian, seiring pula dengan munculnya kebutuhan akan sebuah kendaraan roda empat. Misalnya, sudah berkeluarga dengan anak masih kecil, tentu saja suatu keputusan yang bijak untuk memiliki sebuah mobil. Demi kenyamanan dan keamanan bersama bagi seluruh anggota keluarga yang kita cintai.

 

Faktor-faktor itulah yang diakomodir oleh mobil-mobil LCGC. Karena mendapat insentif pajak dari pemerintah, harga jualnya dapat ditekan seminim mungkin. Sehingga mampu menjangkau masyarakat di perekonomian menengah hingga bawah. Impian memiliki mobil baru dengan harga terjangkau pun bukan sekedar angan-angan lagi. Banyaknya paket kredit yang ditawarkan dengan Down Payment (DP) rendah, semakin memudahkan siapa saja untuk memiliki mobil.

 

Banyak pemilik LCGC yang baru belajar mengemudi setelah mendapatkan mobil mereka. Biasanya pengemudi yang beralih dari sepeda motor atau angkutan umum, dan masih awam seputar kepemilikan dan penggunaan mobil. Belajar mengemudi bisa dilakukan melalui jasa kursus mengemudi yang tersebar di banyak tempat. Biasanya jasa tersebut mengajarkan mengemudikan mobil dengan transmisi manual, namun sekarang sudah banyak juga yang menawarkan kursus mengemudi mobil transmisi otomatis.

 

LCGC bertransmisi matik

 

Pada umumnya seorang pengemudi sudah menguasai mengemudi mobil transmisi manual sejak awal bisa mengemudi. Jika sudah mahir, peralihan ke mobil transmisi otomatis akan jauh lebih mudah. Tapi banyak juga yang sudah bertahun-tahun mengemudikan mobil manual kemudian ingin beralih ke mobil transmisi otomatis karena tinggal di kota besar dengan kemacetan lalu lintas tergolong parah. Transmisi otomatis adalah pilihan yang tepat dan seolah sudah menjadi kebutuhan bagi pengemudi di kota-kota besar khususnya Jakarta. Dan beruntung, hampir semua LCGC sudah memiliki varian dengan transmisi tanpa pedal kopling ini, kecuali Datsun GO.

 

Pada akhirnya, banyak pengemudi yang menggunakan LCGC bertransmisi otomatis. Namun patut diketahui, peralihan dari pengguna transmisi manual ke otomatis tidak semudah yang dikira. Karena transmisi matik bukan sekedar menginjak pedal gas dan rem saja layaknya mobil mainan anak-anak. Tanpa mau banyak belajar dan mengerti seputar transmisi otomatis, malapetaka bisa saja terjadi. Banyak kasus mobil matik yang dikemudikan oleh orang yang belum mahir dengan transmisi otomatis, terlibat kecelakaan fatal.

 

Paling sering terjadi, ketika pengemudi harus mengendalikan mobilnya, kepanikan yang melanda membuat kaki salah menginjak pedal. Bukannya menginjak rem tetapi malah pedal gas dan insiden tabrakan pun bisa terjadi. Banyak kasus juga terjadi di gedung perparkiran. Saat hendak memarkirkan kendaraannya, salah menginjak pedal atau salah menempatkan gear selector membuat mobil menabrak dinding dan bahkan sampai ada yang terjatuh dari atas gedung. Kasus terbaru terjadi di Sun Plaza Medan. Sebuah Toyota Calya, yang notabene masih sangat baru, menerobos pagar pembatas parkir dan hampir terjun dari ketinggian sekitar 4 meter. Kondisi ini bisa terjadi pada pengemudi yang belum fasih mengemudi baik manual maupun matik. Bisa sangat berbahaya tidak hanya bagi orang lain melainkan juga bagi pengemudi itu sendiri.

 

Pada intinya, belajar mengemudikan mobil matik akan lebih cepat dibandingkan mobil manual. Karena pengemudi tidak perlu lagi memindahkan gigi secara manual dan tidak perlu lagi mengatur kopling untuk setiap perpindahan gigi. Empat huruf yang wajib untuk selalu diingat bagi Anda yang masih awam adalah huruf P, R, N dan D yang pasti terpakai untuk berjalan maju, mundur, dan parkir. Selebihnya kami berikan beberapa tips ringan bagi Anda yang masih tergolong pemula menggunakan mobil bertransmisi otomatis.

 

Mengerti Transmisi Otomatis

 

pedal mobil matik Sebelum mulai mengemudikan mobil matik baru Anda, ada baiknya mempelajari dulu mengenai transmisi otomatis secara umum. Dapat melalui buku manual milik mobil Anda atau mencari referensi di dunia maya. Yang paling utama adalah, hanya ada dua pedal yaitu pedal gas dan pedal rem yang bentuknya lebih lebar dibanding pedal rem mobil manual. Kemudian terdapat tuas transmisi yang letaknya sama dengan tuas transmisi manual, kemudian hand brake yang tak ada bedanya di kedua jenis mobil tersebut.

 

Bentuk tuas transmisi otomatis pun berbeda-beda. Ada yang tipe satu baris dengan tombol di ujung tuas untuk memindahkan gigi dan ada yang model Gate type dengan jalur berkelok. Namun intinya sama semua dengan tetap ada huruf P, R, N dan D. Huruf P berarti Parking, digunakan saat parkir dan keempat roda akan terkunci tanpa harus menarik hand brake. Huruf R berarti Reverse atau mundur, pilih R untuk kondisi memundurkan mobil Anda. Dibawahnya huruf N yang berarti Neutral, sama dengan kondisi netral di transmisi manual dimana gigi dalam kondisi bebas. Lalu huruf D yang berarti Drive untuk kondisi bergerak maju.

 

Keempat huruf ini pasti ada di tuas transmisi otomatis jenis konvensional, CVT, maupun dual-clutch sekalipun. Kondisi sedikit berbeda ada di transmisi Auto Gear Shift (AGS) milik Suzuki Karimun Wagon R yang tidak terdapat posisi P karena transmisi ini pada dasarnya transmisi manual dengan perpindahan robotized. Di beberapa mobil memberikan kode tersendiri di bawah posisi D untuk mengindikasikan gear yang dibutuhkan.

 

jenis tuas transmisi matik

 

Contohnya tuas transmisi Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Untuk posisi Drive tercantum huruf D4 yang artinya angka jumlah gear tersedia yaitu 4 gigi. Di mode ini, gear akan terus meningkat dari gear 1 – 2 – 3 – 4 secara otomatis. Di bawahnya terdapat angka 3 yang mengindikasikan transmisi hanya akan bertahap sampai gear 3 saja. Posisi ini berguna saat menghadapi jalanan menanjak panjang yang butuh gear rendah untuk mengail torsi atau bisa juga digunakan untuk engine brake. Paling bawah adalah angka 2 yang berarti gear hanya akan berada di posisi gear 1 dan 2. Gunakan posisi 2 bila ingin menanjak dengan sudut lebih curam dan begitu pula sebaliknya.

 

Pengguna awam transmisi otomatis pasti akan bertanya-tanya kapan akan digunakannya posisi 3 dan 2. Sebenarnya sama saja dengan mekanisme transmisi manual. Disaat Anda sedang berkendara di gigi 4 kemudian jalanan mulai menanjak, tentu tenaga dan torsi akan drop jika tetap bertahan di gear ini. Untuk menjaga tenaga dan torsi tetap ada untuk menanjak, tentu harus menurunkan gear ke-3 atau 2. Hal yang sama pun terjadi di mobil matik, tapi lebih sederhana dengan hanya memindahkan tuas transmisi tanpa perlu menginjak kopling lagi.

 

Lain lagi Honda Mobilio yang mencantumkan huruf P R N D S L. Karena model transmisinya berupa Continuous Variable Transmission (CVT) yang pada dasarnya tidak memiliki gigi, huruf S mengindikasi Sport atau bisa juga Slow yang berarti transmisi berada di rentang rasio yang lebih lebar hingga putaran mesin bermain lebih tinggi. berguna di tanjakan, turunan atau menyalip kendaraan di depan. Sementara huruf L atau Low ibarat di gear 1 saja untuk kondisi menanjak atau engine brake. Beda lagi Suzuki Ertiga yang memiliki tombol overdrive seperti mobil matik era 80 dan 90an. Jika overdrive dalam kondisi aktif maka posisi D beroperasi dari gear 1 hingga 4 secara normal. Jika overdrive tidak aktif, maka gear akan sampai posisi 3 saja sama seperti posisi 3 di Calya/Sigra/Agya/Ayla.

 

Tahapan Mengendarai Mobil Matik Langkah pertama pastikan hand brake aktif dan tuas transmisi berada di posisi P. Beberapa mobil tidak bisa dinyalakan bila tuas tidak berada di P. Kemudian nyalakan mesin dan wajib injak pedal dengan kaki kanan saat memindahkan tuas transmisi, kemudian lepas rem tangan. Pindahkan ke posisi D maka Anda merasakan sedikit sentakan dan begitu pedal rem dilepas, mobil sudah langsung meluncur jalan. Setelah mulai berjalan, proses selanjutnya sama saja dengan mobil manual. Injak pedal gas untuk akselerasi, dan injak pedal rem untuk deselerasi.

 

Bila berhenti di lampu merah atau di kepadatan lalu lintas yang cukup lama, pindahkan ke posisi Neutral dan jangan terlalu lama bertahan di posisi D. Karena kopling dan gear akan terus menyatu yang berdampak kopling akan cepat aus dan panas. Cukup di N saja dan tarik rem tangan, tidak perlu juga memindahkan ke posisi P setiap kali berhenti.

 

Penting Untuk Diingat!

 

Dilarang mengerem dengan kaki kiri Meskipun kaki kiri telah terbebas menginjak kopling, bukan berarti boleh menginjak pedal rem dengan kaki kiri. Kebiasaan itu sangatlah salah dan instruktur mengemudi dimanapun sudah sepakat bahwa menginjak rem dengan kaki kiri justru dapat berbahaya. Jika Anda ingin mencobanya harap tidak dilakukan di jalan raya yang ramai. Alasan utamanya adalah dengan formasi kaki kanan di pedal gas dan kaki kiri di rem, akan menimbulkan kebingungan jika terjadi situasi darurat. Mungkin ini penyebab utama terjadinya insiden mobil menabrak tembok atau pagar pembatas di gedung parkir. Karena sudah terbiasa rem dengan kaki kanan, saat mendadak harus segera mengerem justru pedal gas yang diinjak dalam-dalam.

 

Menginjak rem dengan kaki kiri juga sangat tidak dibenarkan karena memiliki tenaga yang berbeda dengan kaki kanan, terutama bagi yang terbiasa dengan mobil manual. Memang terasa lebih praktis karena tidak perlu memindah-mindahkan kaki kanan dari pedal gas ke pedal rem. Namun, rasa injakan berbeda antara kopling dan rem dapat berakibat mobil akan berhenti mendadak dan berakibat fatal. Mengerem dengan kaki kiri hanya dapat dilakukan oleh pembalap profesional dan biasanya dilakukan hanya di lintasan balap. Teknik ini sama dengan teknik heel-and-toe untuk menjaga putaran mesin sembari mengerem.

 

Ada satu hal penting bagi Anda pengemudi mobil matik yang sering parkir secara paralel. Anggapan yang beredar mengenai mobil matik parkir tidak bisa dinetralkan sangatlah salah besar. Semua mobil matik dapat dinetralkan dan bisa didorong jika dibutuhkan. Di tuas transmisi matik modern terdapat satu fungsi yang terkadang dilupkan. Wujudnya berupa tombol atau berupa lubang bernama Shift Lock. Fungsi ini tujuannya untuk memindahkan tuas transmisi dari posisi P ke posisi N dalam keadaan mesin mati. Karena mobil sekarang harus berada di P dulu untuk mematikan mobil dan mencabut kunci. Maka setelah mematikan mesin, cabut kunci, lalu tekan tombol Shift Lock dan kunci tuas transmisi akan terbebas untuk dipindahkan ke N. Tapi ingat, jangan aktifkan rem tangan saat parkir paralel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *