Syarat Dan Ketentuan LCGC (Low Car Green Car) Dan LCE (Kendaraan Dengan Emisi Karbon Rendah)

Toyota Samarinda : Syarat Dan Ketentuan LCGC (Low Car Green Car) Dan LCE (Kendaraan Dengan Emisi Karbon Rendah).

LCGC (Low Car Green Car) Dan LCE (Kendaraan Dengan Emisi Karbon Rendah)

Pada saat ini pabrikan mobil berlomba-lomba untuk membuat mobil dengan berjenis LCGC dan LCE yaitu mobil ramah lingkungan dan kendaraan emisi karbon rendah. Produsen otomotif biasanya pandai dalam melirik pasar seperti Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk banyak serta memiliki daya beli yang sangat tinggi akan tetapi mobil LCGC dan LCE sebelum dipasarkan khususnya di Indonesia harus lebih dahulu memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemerintah.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 41 tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang dikenai Pajak Penjualan Barang Mewah. Menteri Perindustrian MS Hidayat berujar bahwa sebelumnya sudah diatur dan ditanda tangani oleh presiden pada 23 Mei 2013 akan tetapi peraturan tersebut baru di umumkan pada 5 Juli 2013 dikarenakan baru diberi nomor surat sehingga baru bisa di umumkan.

Dengan adanya peraturan permerintah tersebut maka produsen otomotif dalam negeri dapat memulai proses mobil produksi mobil LCGC dan LCE secara legal. Sebenarnya program mobil murah ramah lingkungan ini sudah di canangkan dua tahun lalu akan tetapi baru di tanda tangani oleh pemerintah pada tahun ini.

Menurut Budi Darmadi selaku Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian peraturan pemerintah tersebut di tujukan kepada seluruh produsen otomotif dalam negeri dengan ketentuan produsen harus memenuhi syarat dan bukan untuk merek tertentu. Ini dilukakan untuk mendorong investasi yang masuk dalam negeri serta dapat mendorong kemandirian nasional khususnya pada industry otomotif untuk mesin 1.000-1.200 cc. Dalam regulasi ini ditetapkan acuan insentif khusus untuk dua jenis kendaraan tersebut, yaitu terbagi dalam tiga pilihan, 100 persen, 50 persen, atau 25 persen.Semua tergantung dari ketentuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Istilah LCGC ini mulai diperkenalkan pada tahun 2012 ketika Astra Toyota dan Daihatsu memperkenalkan mobil murah yaitu Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla dalam acara Indonesia International Motor Show pada tahun 2012.Dengan Seperti kita ketahui, istilah LCGC mencuat tahun lalu ketika Astra Toyota dan Daihatsu memperkenalkan dua ‘mobil murah’ mereka yaitu di ajang Indonesia International Motor Show 2012 (IIMS).

Dengan pengenalan dua mobil murah tersebut konsumen mulai dibuat penasaran akan harga resmi yang di banderol kedua mobil tersebut akan tetapi pemerintah belum mengeluarkan peraturan resmi untuk memproduksi mobil tersebut secara illegal sehingga produsen belum berani untuk menentukan harga yang dilepas dalam pasaran.

Setelah adanya penandatanganan Peraturan Pemerintah tersebut, Pemerintah yakin bahwa program tersebut dapat memperkuat perindustrian otomotif dalam negeri. Pemerintah memberi kebebasan dalam penggunaan teknologi yang digunakan. Dengan adanya Peraturan tersebut membuka kesempatan untuk di ekspor ke Negara lain. Sedangkan untuk acuan harga, Budi lebih lanjut mengatakan bahwa harga tersebut hanya sebagai referensi dengan pertimbangan tingkat inflasi dan teknologi tranmisi serta kelengkapan keselamatan.

Sumber: (http://iotomotif.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *