Pasang Stiker di Mobil Ternyata Berbahaya

Toyota Samarinda, Pasang Stiker di Mobil Ternyata Berbahaya. Menempel stiker susunan anggota keluarga di kaca belakang mobil sudah menjadi tren belakangan ini. Stiker yang menggambarkan gender juga kerap terpampang di kaca untuk menunjukkan identitas si pengguna mobil.

Namun ternyata ini justru bisa menimbulkan efek negatif, seperti memancing pelaku tindak kejahatan.

Menurut Supervisor Marketing Graha Toyota Samarinda Kurchiyat, SE, menempelkan stiker seperti ini merupakan suatu hal yang lucu, aneh dan tidak pada tempatnya dan justru bisa merugikan. Seharusnya, menurut dia, yang harus kita lakukan adalah mengaburkan identitas agar tidak terlihat.

“Menempel stiker tentang identitas kita secara tidak langsung sudah menjadi sasaran orang, menarik perhatian apalagi sampai menyebutkan nama. Ini bisa memancing orang untuk melakukan criminal.

Pemandangan susunan anggota keluarga yang tertampang di kaca belakang mobil bukanlah pemandangan yang baru. Pihak kepolisian juga memperingatkan bahaya stiker `My Family atau Happy Family` di mobil. Mereka percaya, stiker itu secara langsung memberikan informasi kepada orang yang salah.

Ya, hal inilah yang dialami Laida yang tinggal di Samarinda. Ia tak menyangka stiker yang mengungkap profesi membuatnya jadi incaran penjahat.

Hal itu secara tidak langsung memberitahu bahwa ia sering sendiri di rumah. Parahnya lagi, dalam stiker itu ada informasi bahwa ia hanya tinggal dengan anak-anak dan anjing kecil.

Seorang Kriminolog menuturkan, stiker seperti itu sama saja membuka kelemahan. Ia pun mengharamkan informasi sejenis terpampang ke publik. Iyapun mengingatkan, informasi itu bisa dimanfaatkan pihak lain untuk berbagai motif kejahatan.

“Ketika mereka mengetahui struktur keluarga, mobil dan rumah Anda, sementara stikernya mungkin tidak penting,” kata dia.

Agar tidak menjadi sasaran tindak kejahatan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

“Ketika mengemudi, berikan perhatian mengenai keselamatan yang mencakup keselamatan di jalan raya dalam hal ini tertib berlalu lintas. Kemudian keselamatan dari aspek keamanan terhadap tindak kriminal juga harus dipikirkan,”

“Saat mulai berkendara, hilangkan sesuatu atau objek-objek yang bisa menarik perhatian orang untuk melakukan tindak kriminal. Ketika berjalan selalu kontrol keadaan sekitar dengan melihat kaca spion setiap 5-8 detik dan perhatikan objek-objek atau kendaraan-kendaraan tidak berhubungan yang mengikuti arah kita,”

“Ketika memasuki daerah atau rute yang sepi, perhatikan objek sekitar. Kalau ada yang tetap segera percepat laju kendaraan atau hindari jalur tersebut. Ketika mendekati rumah atau tujuan, perhatikan lagi sekeliling ada tidak kendaran yang selalu ada di belakang. Kalau ada lanjutkan perjalanan dan cari tempat keramaian atau telepon bantuan,” tutup Kurchiyat.

Cusss … Hati hati ya

 

Baca juga : Harga Avanza Samarinda dan Harga Veloz Samarinda

 

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *