Mengenali Asuransi Total Loss Only

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Mengenali Asuransi Total Loss Only

Menggunakan kendaraan di kota-kota besar yang memiliki lalu lintas yang padat pasti ada konsekuensinya, seperti terserempet, kecelakaan hingga pencurian. Karena hal itulah banyak perusahaan asuransi yang menawarkan paket perlindungan kendaraan, baik Total Loss Only (TLO) maupun All Risk.

Kedua jenis asuransi tersebut pada dasarnya sama-sama menawarkan proteksi perlindungan kerugian maupun risiko di kemudian hari pada kendaraan Anda. Menjatuhkan pilihan Anda pada asuransi jenis TLO maupun All Risk sangat tergantung dari kebutuhan, ekonomis, dan fungsi. Merujuk pada TLO, bagaimana aturan mainnya?

Asuransi jenis ini hanya memberikan ganti rugi bila kendaraan mengalami kerusakan diatas 75% keatas, seperti kendaraan sudah tidak berbentuk lagi karena kecelakaan yang tak mungkin di-recovery lagi atau kendaraan hilang karena dicuri. Jika kerusakan seperti spion pecah atau hilang, baret bodi mobil, lampu atau kaca mobil pecah, jenis asuransi TLO tidak akan menggantinya karena kerusakan kurang dari 75%.

Asuransi TLO menggunakan aturan yang mangacu pada market value harga kendaraan dan kerusakan akibat kecelakaan. Penggantian ganti rugi akan dihitung melalui perhitungan harga kendaraan Anda pada tahun Anda mengalami kecelakaan dan estimasi kerusakan. Jika kondisi kerusakan mobil Anda sangat parah dan biaya perbaikannya melebihi market value, maka pihak asuransi akan menggantinya dengan uang tunai sesuai dengan harga bekas mobil Anda di pasaran.

Tetapi, jika Anda menginginkan untuk mobil Anda diperbaiki, maka perusahaan asuransi akan mengganti semua biaya perbaikan sesuai dengan acuan market value harga pasaran kendaraan bekas sebesar 75%, kelebihan biaya perbaikan akan dibebankan pada nasabah.

Biaya premi

Biaya premi asuransi merupakan biaya wajib yang dibayar bila ingin mengalihkan risiko kerugian atas kendaraan ke pihak asuransi. Tiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan besaran premi.

1. Jenis jaminan All Risk atau Total Loss Only

Premi jaminan all risk akan lebih besar dibandingkan TLO. Terutama jika ditambah dengan perluasan jaminan.

2. Jenis kendaraan

Jenis kendaraan menjadi faktor perhitungan premi yang didapat dari presentasi harga kendaraan baru dan harga kendaraan di pasar jika statusnya bekas. Semakin mahal kendaraan maka prensetasenya semakin kecil.

3. Usia pengemudi

Pengendara di rentang umur dibawah 30 tahun dan diatas 60 tahun akan dikenakan premi lebih tinggi berdasarkan data statistik kecelakaan yang digunakan pihak asuransi. Data tersebut menunjukkan bahwa usia-usia tersebut beresiko tinggi mengalami kecelakaan.

4. Rekam jejak kredit

Dengan rekam jejak kredit yang bagus, bisa menjadi dasar Anda mendapatkan keringanan premi. Namun jika Anda mempunyai riwayat yang bermasalah, hal tersebut bisa memberatkan premi.

5. Riwayat pengemudi dan lokasi

Pihak asuransi memiliki mata dan telinga di kepolisian. Jika Anda sering kena tilang, pernah mengalami kecelakaan, dan lainnya, maka Anda akan dinilai mempunyai resiko tinggi dan akan mendapatkan beban premi yang tinggi.

6. Rata-rata jarak tempuh

Jarak tempuh kendaraan yang Anda gunakan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya premi. Faktor ini tidak berlaku bagi mobil baru.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *