Tips Mudah Saat Memilih Air Radiator Mobil Toyota

air Radiator

Radiator

Toyota Samarinda : Komponen-komponen mobil sangat penting untuk dijaga kondisinya agar mobil memiliki performa maksimal, hal ini pun juga berlaku pada komponen radiator.

Radiator adalah bagian dari sistem pendinginan mesin dan berpengaruh besar dalam menghindarkan mobil dari overheat. Mengecek kondisi radiator serta airnya harus selalu dilakukan agar mesin tak cepat panas. Jika tak segera ditangani, maka akan lebih banyak gangguan yang muncul hingga menyebabkan kerusakan parah. Kerusakan ini pun bisa mempengaruhi sistem pendinginan di kabin Toyota Anda.

Workshop Manager pada sebuah bengkel di Pejanten, jakarta Selatan, Heru Wibowo mengungkapkan jika masalah radiator bisa muncul akibat dari malasnya si pemilik mobil untuk memeriksa ketersediaan radiator coolant sehingga AC pun bisa kurang dingin.

Air radiator ditampung pada sebuah wadah dan nantinya akan didinginkan serta didistribusikan ke seluruh jalur sirkulasi sistem pendingin. Sirkulasi ini dijalankan oleh pompa air yang mengirim cairan pendingin menuju blok mesin. Cairan tersebut pun akan mengalir melalui jalur-jalur di sekitar silinder dan kembali menuju Thermostat. Sirkulasi ini akan berlangsung terus menerus selama mesin dalam keadaan hidup. Hal ini untuk mencegah temperatur mesin menjadi terlalu tinggi ataupun rendah. Tanpa sistem ini, ruang pembakaran bisa menjapai suhu 2.500 derajat celcius.

Untuk mendapatkan sistem pendinginan mobil yang maksimal, harus dilakukan perawatan berkala dari jenis radiator yang ditampung dan diperhatikan sirkulasinya. Air ledeng memang bisa digunakan untuk radiator, namun air radiator sebenarnya memiliki kandungan khusus untuk menjaga kinerja maksimalnya.

Rendahnya titik didih pada air ledeng membuat cairan pendingin ini kurang efektif. Selain itu, gelembung yang terbentuk juga bisa menyebabkan korosi dan karat. Sedangkan radiant coolant jauh lebih unggul karena mengalami pendidihan dan pembekuan pada titik tertentu dan tak merusak komponen di dalamnya.

“Langkah awal memilih air radiator adalah memastikan adanya glycol, zat ini berfungsi meningkatkan titik didih dan menurunkan titik beku air,” ujar Heru.

Bila kandungan tersebut sudah ada dalam air radiator pilihan Anda, maka langkah berikutnya adalah mengecek konsentrat propylene menggunakan refraktometer.

“Radiator Coolant yang baik memiliki angka konsentrat antara 20% hingga 50%. Dengan komposisi ini air radiator akan bekerja maksimal untuk mendinginkan mesin,” tambah Heru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *