Masalah Khas yang Sering Terjadi pada Nissan Grand Livina, Ini Solusinya

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Masalah Khas yang Sering Terjadi pada Nissan Grand Livina, Ini Solusinya.

Masalah Khas yang Sering Terjadi pada Nissan Grand Livina

Siapa yang tak kenal Nissan Grand Livina, mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) Jepang tujuh penumpang. Sejak pertama kemunculannya 2006 keberadaan mobil ini sempat naik daun.

Beberapa tahun setelah kemunculan Grand Livina, keberadaanya cukup diminati oleh sebagian keluarga di Indonesia. Meskipun saat itu harganya paling tinggi dibanding mobil sejuta umat.

Banyak yang mengakui kalau mobil ini cukup nyaman dan irit jika dibanding MPV sekelasnya, hal ini membuat Grand Livina sampai dengan saat ini masih mampu bersaing dengan kompetitornya. Namun, ada juga sebagian masyarakat masih berfikir ulang saat hendak ingin membeli mobil produk dari Nissan ini. Mengapa?

Menurut Nano mantan mekanik bengkel resmi Nissan, yang kini membuka bengkel khusus mobil Nissan di Cibubur Point, Grand Livina, mempunyai sensor yang lebih rumit. Serta lebih banyak, jika dibandingkan dengan mobil produkan Jepang lainnya.

“Nissan Grand Livina, mempunyai suku cadang yang dimiliki lebih mahal, namun penggunaan suku cadang yang lebih mahal, memiliki jarak waktu penggantian suku cadang yang lebih lama,” ujar Nano pada Carmudi Indonesia.

Dengan penggunaan teknologi yang lebih canggih, seperti penggunaan sensor pedal gas, intake udara, sensor coil atau lainnya terkadang sering kali mengalami kendala. Selain teknologi tersebut kendala lainya yang sering dihadapi yaitu, kaki – kaki depan Grand Livina bisa dikatakan cukup lemah.

“Kelemahan lainnya dari Nissan Grand Livina yakni suara “ngelitik” pada mesin, yang berdampak pada kurangnya tenaga pada mesin. Hal itu sering terjadi pada Grand Livina transmisi automatic, yang pada mobil umumnya masalah tersebut sering kali terjadi pada mobil bertransmisi manual,” ungkapnya.

Memperbaiki “Penyakit” Grand Livina Bisa Lebih Murah

Pemilik sekaligus pengguna Nissan Grand Livina, tidak perlu khawatir dengan biaya yang mahal saat menghadapi perbaikan ataupun penggantian suku cadang. Hal tersebut bisa didapati dengan biaya yang lebih murah, dan terjangkau.

Biasanya masalah yang sering terjadi timbul getaran mesin tidak stabil, ini terjadi karena menumpuknya karbon pada ruang bakar mesin. Selain itu sensor intake yang tertutup dengan karbon. Untuk mengembalikan kondisi getaran mesin menjadi normal kembali, pemilik sekaligus pengguna cukup menyiapkan kocek sebesar Rp 300 – Rp 400 ribu.

Dengan biaaya minimal mobil akan kembali normal seperti sediakala. Penegerjaan yang dilakukan dengan membersihkan ruang bakar mesin, sensor intake, serta thortle body. Jika dibengkel resmi, biaya untuk mengembalikan kondisi getaran mesin seperti semula, dipatok dengan harga Rp 700 – Rp 800 ribu.

Sedangkan bila ada masalah dengan penggantian suku cadang pada kaki – kaki Grand Livina, mencapai Rp 3 juta sampai dengan Rp 4 juta. Jika dibengkel resmi, jelas ditaksir dengan harga Rp 7 juta sampai dengan Rp 10 juta.

Penggantian tersebut meliputi Bushing, ball joint, teroad, shockbreaker, komponen didalam rack steer, dll. Mengapa harga lebih murah? Karena di bengkel milik Nano ini tanpa ada biaya administrasi, maupun pajak perusahaan.

Pertimbangan Perbaikan Selain Bengkel Resmi

Namun yang perlu diperhatikan, selain itu mendapatkan suku cadang dari beberapa distributor. Juga menggunakan suku cadang copotan ex Singapore, sehingga penggantian lebih murah. Ini semua tergantung Anda untuk memutuskan, disarankan hal ini untuk mobil yang telah habis masa garansinya dan mempunyai dana pas-pasan.

 

“Memang pelayanan yang diberikan pada bengkel resmi lebih baik, dengan ketersediaan alat, serta fasilitas yang lebih lengkap. Selain itu garansi setelah pengerjaan yang dilakukan pada bengkel resmi lebih lama, jika dibandingkan dengan bengkel biasa,” ujarnya.

Nano menambahkan, bengkel resmi biasanya memberikan garansi setelah perbaikan selama 1 bulan, beda halnya dengan bengkel – bengkel seperti miliknyai yang hanya memberikan garansi selama 1 minggu setelah dilakukanya perbaikan. selain itu, surat perintah kerja serta pelayan yang diberikan bengkel resmi, sesuai dengan standar apa yang diperintahkan oleh perusahaan.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *