Komparasi Toyota Innova Venturer vs Nissan Serena

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Komparasi Toyota Innova Venturer vs Nissan Serena.

Komparasi Toyota Innova Venturer vs Nissan Serena

Generasi terbaru Toyota Kijang, mengubah sosok mobil keluarga yang ‘merakyat’ menjadi MPV modern bertabur fitur canggih. Harganya pun melambung tinggi. Dan membuatnya naik kelas, merecoki pasar medium MPV. Toyota New Venturer menegaskan target kompetisi yang ingin dicapai Toyota Astra Motor. Terdiferensiasi dengan varian All New Kijang Innova yang lain, harganya yang tembus Rp 400 juta menjadi tantangan serius bagi Upper MPV segment seperti Nissan Serena, Toyota NAV1 dan Mazda Biante.

Bagaimana jika diadu dengan Nissan Serena? Mengingat Serena hanya memiliki satu jenis mesin, sedang Venturer ada pilihan mesin bensin dan diesel, lebih adil menempatkan Toyota Venturer 2.0 A/T melawan Nissan Serena Highway Star. Perbedaan harganya memang tergolong besar, Rp 24,5 juta lebih mahal Serena. Tapi Venturer memiliki formula lama yang masih disukai konsumen Indonesia.

DESAIN

desain dasar kedua MPV ini sangat berbeda

Kedua mobil ini, memiliki model dasar yang sangat berbeda. Venturer alias Kijang termahal, tetap mengakar pada mobil kategori minibus. Konstruksinya saja masih menggunakan sasis ladder frame layaknya mobil angkutan berat. Formatnya pun tetap mesin depan untuk menggerakkan roda belakang (RWD). Sehingga tampak tinggi dengan kekuatan kaki-kaki yang telah teruji selama ini.

Sangat berbeda dengan Nissan Serena. Mengedepankan kenyamanan seluruh penumpang, model boxy merupakan jawaban untuk mendapatkan kabin super lega. Model kotak cenderung ceper dan atap tinggi, membuat 8 orang dewasa leluasa duduk tanpa kesempitan. Suspensinya juga lebih nyaman, karena bertumpu pada sasis monokok dan penggerak roda depan (FWD).

INTERIOR

interior Serena lebih lega

Soal interior, kabin Serena jelas lebih unggul dibanding Venturer dari segi akomodasi dan fleksibilitas. Adanya fitur pintar Seat Center SMART yang dapat dimajumundurkan antara baris pertama dan kedua, memberi fleksibilitas tinggi pengaturan konfigurasi kursi tengah. Di saat butuh mengangkut penumpang lebih banyak, baris kedua tetap dapat menampung 3 orang dengan nyaman.

Kabin Venturer lebih sempit, akses bukaan pintu konvensional tidak seperti pintu geser Serena. Kursi baris kedua model captain seat, sehingga total hanya dapat menampung 7 orang. Kursi baris ketiganya juga tidak seluas Serena dengan akses yang lebih sempit.

Interior Venturer lebih banyak gimmick kemewahan dibandingkan Serena. Salah satunya, balutan kulit hitam yang membuatnya terasa elegan. Trim kayu di beberapa panel dan ambient light LED di plafon yang sebenarnya hanya hiasan belaka. Serena malah tampil jauh lebih sederhana dan mementingkan fungsional saja. Belum memakai jok kulit dan tanpa panel kayu, memang terbayar dengan ukuran kabin super lega.

PERFORMA

performa mesin bensin keduanya berimbang

Mesin sama-sama mengendong 4-silinder DOHC berkapasitas 2,0-liter. Venturer 2.0 masih mengandalkan mesin peninggalan Innova generasi pertama, 1TR-FE yang kini ditambahkan teknologi Dual VVT-i. Penyalur daya merupakan transmisi otomatis konvensional terbaru, dengan 6 tingkat percepatan plus mode sequential/manual di tuas.

Tenaga 139 PS dan torsi 183 yang tersalur ke roda belakang (RWD) Venturer masih kalah dari Serena dengan 147 PS dan 206 Nm. Sumbernya berasal dari mesin MR20 berkapasitas 2,0-liter yang dilengkapi teknologi katup varibel CVVT. Diteruskan menuju roda depan (FWD) melalui transmisi CVT, yang sangat halus dan membantu efisiensi bahan bakar. Performa mesin bensin Venturer, tak berbeda dari Innova terdahulu. Masih dianggap lemah dan konsumsi bensinnya boros. Serena unggul sedikit soal ini, meski menekankan performa yang halus untuk kenyamanan dan menunjang efisiensi BBM lebih irit.

FITUR & HARGA

harga serena lebih mahal dari venturer

Fitur kedua mobil ini tergolong imbang. Harga Rp 408,7 juta, Venturer unggul dari sisi fitur hiburan dan sentuhan mewah. Headunit berukuran 8” yang tersemat di center stack, memiliki fitur canggih seperti web browser, air gesture, Miracast, koneksi smartphone, HDMI, Bluetooth hingga voice command.

Serena senilai Rp 432,2 juta hanya menawarkan headunit 6” dengan fitur ala kadarnya, namun memiliki monitor 10” di plafon untuk penumpang belakang. Adanya cruise control, sangat menambah kenyamanan mengemudikan Serena saat bepergian jauh. Tak perlu lagi menginjak pedal gas saat cruising di jalan tol.

Jumlah airbag lebih banyak Serena dengan adanya side airbag dan curtain airbag. Di Venturer, airbag pelindung sisi samping, hanya ada di varian diesel. Tapi setidaknya disediakan airbag lutut di bagian pengemudi saja.

KESIMPULAN

Seperti sudah saya singgung di awal, konsumen Indonesia masih suka formula lama yang ditawarkan oleh Toyota Indonesia. Konstruksi ladder frame dan penggerak roda belakang seperti di Kijang Innova dan Avanza yang masih dipertahankan, sangat cocok untuk kondisi mayoritas jalanan tanah air dan terbukti durabilitasnya.

Menyimpulkan mana pilihan terbaik kedua MPV ini, mudah saja. Semua dikembalikan kepada kebutuhan dan gengsi. Jika lebih bergumul di wilayah dengan jalanan kasar hingga memasuki daerah pedalaman, Innova Venturer pilihan paling pas. Tapi jika mementingkan kenyamanan sebagai penumpang belakang dan lebih banyak berkeliaran di perkotaan yang jalanannya relatif mulus, plus anti dengan merek paling mainstream se-Indonesia, Nissan Serena jawabannya.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *