Jangan Biarkan Ban Mobil Jadi Rumahnya Kerikil

Toyota Samarinda : Jangan Biarkan Ban Mobil Jadi Rumahnya Kerikil. Ban mobil memiliki alur kembangan dimana bagian tersebut lebih dalam daripada bagian yang lain. Ban menjadi satu-satunya komponen yang langsung melakukan kontak fisik dengan aspal atau tanah. Melihat fungsi, maka pemilik sepeda motor atau mobil wajib melakukan perawatan, terutama ketika melihat ada banyak kerikil yang menempel di alur permukaan ban.
Ban Mobil Jadi Rumahnya Kerikil

Dalam merawat mobil pribadi yang Anda miliki, tentunya tidak hanya sekadar mencuci dan membersihkannya bukan. Namun, setidaknya Anda juga perlu memperhatikan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan dalam menjaga kendaraan Anda.

Dan bagi kebanyakan orang, terkadang masih kurang memperhatikan akan terdapatnya kerikil yang terselip pada patern atau kembangan ban mobil jadi, hal demikian biasa dianggap permasalahan yang sepele, sehingga mereka menganggap bahwa terselipnya kerikil ini tidak menimbulkan masalah serius terhadap mobil tersebut.

Sayangnya, bagian ini kerap kali dijadikan tempat favorit kerikil-kerikil jalan. Tak jarang, setelah mobil digunakan beraktifitas, alur kembangan ban akan dipenuhi kerikil atau batu-batu kecil. Meskipun hanya sekedar kerikil yang terselip pada bagian patern atau kembangan ban mobil. Ternyata bisa mengakibatkan mobil mengalami gangguan yang cukup menghambat saat berkendara.

Biasanya beberapa orang malas membersihkan kerikil-kerikil yang menyangkut di alur kembangan ban mobilnya. Bahkan, banyak yang beranggapan lama kelamaan kerikil-kerikil tersebut akan hilang sendiri seiring mobil digunakan lagi.

Asumsi yang demikian tentu salah besar. Meskipun ban terlihat memiliki lapisan tebal sedangkan kerikil hanya batu yang ukurannya sangat kecil, kerikil yang dibiarkan berada di dalam alur kembangan ban bisa membuat ban bocor.

Jika anda tidak rutin untuk membersihkan kerikil yang biasanya terdapat pada patern atau kembangan ban mobil tersebut, hal demikian akan berdampak terhadap ketahanan dari pelapis karet pada velg. Sehingga akan menjadikan umur dari pelapis karet pada velg mobil tidak bisa bertahan lama, alias cepat rusak.

Mungkin beberapa orang tidak mau repot-repot membersihkan kerikil-kerikil dari ban karena berpikiran mobilnya akan dipakai lagi, dan percuma membersihkan kerikil-kerikil dari bannya. Padahal, Anda harus membersihkan kerikil-kerikil tersebut jika ingin ban mobil berumur panjang.

Kerikil yang dibiarkan menempel di alur kembangan lama-lama akan menembus dan melubangi ban hingga bisa membuat ban bocor. Tekanan jalan terhadap permukaan ban mobil secara terus-menerus akan mendorong kerikil untuk mengikis permukaan ban dan akhirnya menyebabkan kebocoran ban.

Meskipun tidak serta merta terjadi, namun ban justru akan bocor secara perlahan-lahan. Tekanan angin ban lama-lama berkurang dan kondisi tersebut bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Jadi, akan lebih baik jika Anda selalu mengecek kondisi ban mobil setelah bepergian. Dan bagi anda yang seringkali membersihkan kerikil yang terselip di ban mobil ini, maka hal demikian memang merupakan tindakan yang tepat untuk menjaga mobil yang anda miliki agar selalu dalam kondisi baik.  Pastikan Anda mencongkel kerikil, batu-batu kecil, atau bahkan ranting pohon yang kerap kali bersarang di alur kembangan ban.

Selain untuk menjaga usia ban, hal ini juga dapat membuat performa mobil tetap oke lantaran ban mobil dalam kondisi prima dan tidak kekurangan tekanan angin.

Semoga dengan adanya artikel Jangan Biarkan Ban Mobil Jadi Rumahnya Kerikil tersebut di atas bisa bermanfaat dan membantu Anda.

Sumber : www.otosia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *