Ingin Punya Produk yang Laku di Era Digital? Begini Caranya

Toyota Samarinda. Era digital bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi dia memberikan berbagai kemudahan, di sisi lain bisa berakibat Era digital bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi dia memberikan berbagai kemudahan, di sisi lain bisa berakibat buruk bagi siapa saja yang tak bisa mengikuti perkembangan digital itu sendiri.

Contohnya saja dalam mempromosikan sebuah produk. Dulu, kegiatan promosi sebuah produk bisa dengan mudah dilakukan lewat gelaran acara atau even di mal atau pusat perbelanjaan.

Situasi mal yang ramai pengunjung membuat promosi lebih efektif. Namun, kondisi itu tampaknya tak lagi berlaku di era digital seperti saat ini.

Creative director Lenovo Indonesia, Boy mengatakan, di era digital seperti saat ini tak banyak orang berkunjung ke mal. Kondisi itu membuat mal tak seramai sebelumnya.

“Misalnya kalau kita mau bikin event di mal, malnya sepi. Karena perilaku konsumen sudah banyak yang berubah. Kalau dulu orang ke mal ramai dan lama karena mau shopping, sekarang cuma buat makan saja. Bahkan saat weekend pun tidak seramai 3-4 tahun dulu,” katanya dalam diskusi di acara Indonesia Most Experiental Brand Activation di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Untuk itu, butuh terobosan agar kegiatan promosi yang dilakukan tetap efektif menarik minat masyarakat sebagai calon konsumen. Butuh hal baru yang di luar kebiasaan.

“Jadi tidak hanya sekedar hadirkan artis papan atas seperti zaman dulu. Karena masyarakat sekarang akses hiburannya sendiri sudah gampang, bisa buka YouTube dan sebagainya. Jadi tidak boleh yang biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Terobosan yang dilakukan dalam memperkenalkan sebuah produk tak bisa dilakukan langsung hanya dengan memamerkan keunggulanya. Di era saat ini, promosi dilakukan dengan memberi makna pada produk yang kita tawarkan.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan menyisipkan cerita inspiratif yang berkenan dengan manfaat produk itu sendiri, sehingga ada ikatan emosional antara masyarakat sebagai calon konsumen dengan produk yang ditawarkan.

“Kita tidak mudah membuat itu. Harus bikin cerita di dalamnya yang mereka bisa dapatkan. Karena kalau cuma sekadar functional benefit itu sulit, harus ada emotional benefit. Jadi harus ada konten di dalam sebuah event atau brand activation,” ucapnya.

Senada dengan Boy, Head of Communications and Event PT Asuransi Astra Buana, Iwan Pranoto mengatakan, pihaknya mengantisipasi perubahan era digital dengan melakukan inovasi. Produk yang ditawarkan harus memberikan kesan yang baik di benak masyarakat.

Caranya adalah harus menciptakan kesan bahwa produk yang ditawarkan mampu menjawab permasalahan terkini sesuai perkembangan zaman namun tak menghilangkan ke-khas-an produk itu.

“Di asuransi Astra, kita sudah jalankan cukup lama soal inovasinya. Kalau orang ketemu asuransi kan kepikirannya agen atau MLM. Jadi imagenya sudah jelek banget, sehingga kita ubah dengan lebih dekat dengan pelanggan kami,” katanya.

Untuk memberikan kesan positif di benak masyarakat, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses. Baik secara fisik dengan cara mendirikan gerai-gerai layanan dekat dengan konsumen, atau pun dengan membuat aplikasi telpon selular yang mudah diakses.

Hal itu diterapkannya di Asuransi Astra Buana. “Kita juga bikin gerai di mal supaya orang lebih gampang untuk klaim. Bahkan tahun ini kita buat asuransi umum secara online atau e commerce. Petugas akan survei langsung kalau mobilnya mau diklaim,” pungkasnya. bagi siapa saja yang tak bisa mengikuti perkembangan digital itu sendiri.

Contohnya saja dalam mempromosikan sebuah produk. Dulu, kegiatan promosi sebuah produk bisa dengan mudah dilakukan lewat gelaran acara atau even di mal atau pusat perbelanjaan.

Situasi mal yang ramai pengunjung membuat promosi lebih efektif. Namun, kondisi itu tampaknya tak lagi berlaku di era digital seperti saat ini.

Creative director Lenovo Indonesia, Boy mengatakan, di era digital seperti saat ini tak banyak orang berkunjung ke mal. Kondisi itu membuat mal tak seramai sebelumnya.

“Misalnya kalau kita mau bikin event di mal, malnya sepi. Karena perilaku konsumen sudah banyak yang berubah. Kalau dulu orang ke mal ramai dan lama karena mau shopping, sekarang cuma buat makan saja. Bahkan saat weekend pun tidak seramai 3-4 tahun dulu,” katanya dalam diskusi di acara Indonesia Most Experiental Brand Activation di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Untuk itu, butuh terobosan agar kegiatan promosi yang dilakukan tetap efektif menarik minat masyarakat sebagai calon konsumen. Butuh hal baru yang di luar kebiasaan.

“Jadi tidak hanya sekedar hadirkan artis papan atas seperti zaman dulu. Karena masyarakat sekarang akses hiburannya sendiri sudah gampang, bisa buka YouTube dan sebagainya. Jadi tidak boleh yang biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Terobosan yang dilakukan dalam memperkenalkan sebuah produk tak bisa dilakukan langsung hanya dengan memamerkan keunggulanya. Di era saat ini, promosi dilakukan dengan memberi makna pada produk yang kita tawarkan.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan menyisipkan cerita inspiratif yang berkenan dengan manfaat produk itu sendiri, sehingga ada ikatan emosional antara masyarakat sebagai calon konsumen dengan produk yang ditawarkan.

“Kita tidak mudah membuat itu. Harus bikin cerita di dalamnya yang mereka bisa dapatkan. Karena kalau cuma sekadar functional benefit itu sulit, harus ada emotional benefit. Jadi harus ada konten di dalam sebuah event atau brand activation,” ucapnya.

Senada dengan Boy, Head of Communications and Event PT Asuransi Astra Buana, Iwan Pranoto mengatakan, pihaknya mengantisipasi perubahan era digital dengan melakukan inovasi. Produk yang ditawarkan harus memberikan kesan yang baik di benak masyarakat.

Caranya adalah harus menciptakan kesan bahwa produk yang ditawarkan mampu menjawab permasalahan terkini sesuai perkembangan zaman namun tak menghilangkan ke-khas-an produk itu.

“Di asuransi Astra, kita sudah jalankan cukup lama soal inovasinya. Kalau orang ketemu asuransi kan kepikirannya agen atau MLM. Jadi imagenya sudah jelek banget, sehingga kita ubah dengan lebih dekat dengan pelanggan kami,” katanya.

Untuk memberikan kesan positif di benak masyarakat, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses. Baik secara fisik dengan cara mendirikan gerai-gerai layanan dekat dengan konsumen, atau pun dengan membuat aplikasi telpon selular yang mudah diakses.

Hal itu diterapkannya di Asuransi Astra Buana. “Kita juga bikin gerai di mal supaya orang lebih gampang untuk klaim. Bahkan tahun ini kita buat asuransi umum secara online atau e commerce. Petugas akan survei langsung kalau mobilnya mau diklaim,” pungkasnya.

 

Baca juga : Harga Toyota Rush Samarinda Terbaru

Sumber : www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *