India Bakal Larang Penjualan Mobil Konvensional

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : India Bakal Larang Penjualan Mobil Konvensional.

Larang Penjualan Mobil Konvensional

Pemerintah India membuat sibuk produsen kendaraan dan perusahaan minyak di negeri Sungai Gangga itu. Pada tahun 2030 nanti, mereka menetapkan tidak ada kendaraan bermesin konvensional (bensin atau diesel) yang boleh dijual.

Seperti dikutip dari citylab.com, pemerintah India memutuskan, 2030 semua kendaraan yang dijual harus bertenaga listrik. Hal ini dilakukan karena negara dengan jumlah penduduk 1,2 miliar jiwa itu memiliki tingkat polusi yang parah. Bahkan menurut data WHO, 13 dari 20 kota dengan polusi paling tinggi ada di India. Jika melihat data itu, tentunya wajar jika mereka menempuh langkah ekstrem.

Mercedes EV
Mercedes-Benz EV

Namun pabrikan besar seperti Toyota, merasa belum siap untuk hal ini. Mereka dikabarkan sudah melobi pembuat keputusan, untuk menunda peraturan itu. India memang memiliki industri otomotif yang lebih maju dari Indonesia, karena mereka memiliki merek sendiri seperti Tata, Mahindra dan sebagainya. Namun hanya satu perusahaan yang mampu membuat Electric Vehicle (EV) yaitu Reva Electric Car Company.

Di balik itu semua, pertanyaannya adalah: Memang bisa mereka berpindah dari kendaraan BBM ke EV dalam waktu singkat? Jawabannya ada dalam skema yang dibuat untuk 15 tahun ke depan. Pemerintah India mulai membatasi registrasi mobil baru berbahan bakar minyak, dan memberikan insentif menarik bagi mereka yang membuat EV. Selain itu, pajak yang dihasilkan dari mobil ber-BBM digunakan untuk membuat stasiun pengisian ulang baterai.

Seperti dikutip dari CityLab, Direktur Ivy Global Energy, perusahaan konsultan energi, Tushar Bansai mengatakan, “Mobil listrik (yang ada sekarang) memiliki keterbatasan jarak tempuh. Inilah yang menjadi isu paling menonjol karena pasar harus menyesuaikan diri.”

Bagaimana dengan isu bahwa mobil listrik sebetulnya tidak juga ramah lingkungan? Hal ini menguat di Amerika Serikat karena mobil elekrik mengambil daya yang besar dari pembangkit listrik, yang kebanyakan digerakkan oleh batubara, salah satu polutan. Namun sepertinya itu bukan isu besar karena India tengah mendorong penggunaan energi matahari dan sudah mengurangi penggunaan batubara.

Jujur, jika pemerintah India memang serius menggarap perubahan ini, maka bakal terjadi perubahan besar di pasar perminyakan dunia. India adalah negara kedua setelah Cina, yang memutuskan untuk ‘migrasi’ ke EV dalam satu dekade ke depan. Kedua negara besar itu, jika digabungkan, mengkonsumsi 13 persen minyak dunia. [Deden/RS]

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *