Hindari Beberapa Hal ini Kala Mudik

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Hindari Beberapa Hal ini Kala Mudik.

Hindari Beberapa Hal ini Kala Mudik

Musim mudik Lebaran 2016 ini, berita kemacetan tampaknya menjadi headline paling sering muncul di media. Semakin majunya pembangunan jalan tol Trans Jawa serta semakin banyaknya populitas kendaraan bermotor di jalan raya tampaknya menjadi salah satu penyebab kemacetan tersebut terjadi. Namun alasan yang paling utama adalah betapa senangnya masyarakan Indonesia untuk bersilaturahmi. Nah jika pada kesempatan ini Anda menjadi salah satu dari mereka yang melakukan tradisi mudik Lebaran, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut yang sebaiknya tidak Anda lakukan saat berkendara dalam rangka mudik.

 

1. Melewatkan periksa kendaraan sendiri sebelum berangkat

 

Meskipun Anda sudah memastikan kondisi mobil Anda dalam kondisi prima sebelum berangkat mudik dengan membawanya ke bengkel resmi atau bengkel langganan Anda, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan Anda sendiri sebelum melakukan perjalanan kembali. Apalagi saat Anda telah melewati perjalanan panjang menuju kampung halaman dan siap kembali ke Ibu Kota, memeriksa mobil Anda adalah sebuah hal yang wajib Anda lakukan.

 

jangan lupa periksa kembali mobil Anda

 

Beberapa pemeriksaan dasar yang perlu Anda lakukan antara lain adalah: cek kondisi fisik badan kendaraan, cek kondisi oli mesin dan cairan-cairan lain di dalam kompartemen mesin (minyak rem, air radiator, air wiper, oli power steering), cek kondisi ban Anda, termasuk ban cadangan, cek kondisi lampu-lampu kendaraan dan juga pastikan perlengkapan tambahan yang diperlukan telah tersedia. Satu hal lain yang terkadang dilupakan adalah jangan lupa memastikan surat-surat kendaraan (STNK) dan SIM tetap dibawa oleh Anda.

 

2. Lupa isi bensin hingga penuh

 

Kemacetan sudah pasti menjadi menu utama saat mudik lebaran, hal ini menjadikan Anda juga perlu merencanakan rute perjalanan sebelum melakukan perjalanan. Meski begitu, pada akhirnya kondisi lalu-lintas tidak akan pernah dapat diduga, karenanya jangan lupa untuk memastikan tangki bahan bakar Anda terisi penuh.

 

jangan lupa isi bensin

 

Dalam beberapa hari terakhir, kemacetan parah yang terjadi di tol Cipali hingga keluar di daerah Brebes, Jawa Tengah mengakibatkan beberapa mobil kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Keterbatasan lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur ini semakin memperparah keadaaan, dan pemilik mobil harus berjalan berkilometer jauhnya untuk memdapatkan bahan bakar. Belum lagi, beberapa orang memanfaatkan situasi dengan menjual bahan bakar dengan harga berkali-lipat lebih mahal. Meski begitu, sangat tidak disarankan pula untuk membawa jerigen berisi bahan bakar sepanjang perjalanan karena hal ini sangat berbahaya. Maka solusi terbaik adalah memastikan tangki bahan bakar mobil Anda terisi penuh.

 

3. Membawa barang bawaan berlebihan

 

Meskipun Anda sudah mengatur barang bawaan di mobil Anda dengan baik sat pergi mudik, namun setelah tiba di kampung halaman dan akan kembali ke rumah Anda, biasanya barang bawaan akan bertambah jumlahnya. Hal ini biasanya terjadi akibat banyaknya buah tangan yang Anda bawa untuk oleh-oleh kerabat di rumah. Belum lagi jika kemudian ada keluarga yang juga turut serta dalam mobil Anda.

 

jangan bawa barang bawaan berlebihan

 

Jika bobot barang bawaan Anda masih masuk akal untuk dibawa serta dalam mobil, ada baiknya untuk memaksimalkan kapasitas angkut barang bawaan di mobil dengan beberapa perlengkapan tambahan seperti Roof Box. Namun jika volume dan bobot barang bawaan sudah tak dapat ditampung lagi, ada baiknya untuk memilih jasa pengiriman barang ke rumah daripada mengorbankan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

 

4. Mengemudi ketika lelah

 

Berbicara mengenai keselamatan berkendara, jaminan keselamatan tak sekedar hadir dari fitur yang tersedia di mobil Anda. Salah satu faktor terpenting adalah kondisi fisik Anda, terutama saat menghadapi kemacetan. Ada baiknya untuk beristirahat cukup sebelum memulai berkendara jauh. Alternatif terbaik untuk mengatasi kelelahan berkendara adalah beristirahat kembali. Jika tidak ingin menyita waktu perjalanan, sebaiknya mengemudi bergantian.

 

jangan mengemudi saat lelah

 

Upayakan hanya mengemudi non-stop selama maksimal 3 jam, setelah itu ada baiknya untuk beristirahat selama 30 menit, dan manfaatkan 5 – 10 menit di antaranya untuk berolahraga ringan. Perhatikan pula asupan makanan yang Anda konsumsi, jangan terlalu banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi atau gandum yang cenderung mudah menimbulkan ngantuk. Untuk menambah energi saat berkendara, sebaiknya mengkonsumsi coklat atau buah-buahan.

 

5. Memaksakan diri menggunakan rute utama

 

Jaringan tol Trans Jawa yang semakin panjang sungguh menggoda untuk dilewati. Asumsinya hal ini akan mempercepat mencapai tampat tujuan. Namun hal itu biasanya tak berlaku dalam masa mudik Lebaran, karenanya ada baiknya untuk mencari rute alternatif untuk mencapai lokasi tujuan. Anda dapat memanfaatkan aplikasi di ponsel pintar Anda sebagai perangat navigasi untuk mengetahui rute terbaik yang dapat dilalui. Apalagi aplikasi-aplikasi ini biasanya dapat menyuguhkan informasi lalu-lintas.

 

Gunakan navigasi untuk jalur alternatif

 

Selain itu, jangan lupa untuk mendengarkan radio, karena biasanya, media ini merupakan salah satu media yang paling update untuk mengetahui situasi lalu-lintas terkini. Sehingga jika pada jalur yang direncanakan diberitakan terjadi kemacetan, Anda dapat melewati jalur alternatif. Satu hal terpenting, jangan lupa untuk bertanya pada penduduk lokal mengenai situasi dan kondisi jalur alternatif untuk memastikan Anda tak tersesat.

 

6. Meninggalkan mobil dalam kondisi tak diawasi

 

jangan parkir tanpa diawasi

 

Saat Anda lelah dan memutuskan untuk beristirahat, jangan sampai meninggalkan mobil dalam kondisi tak diawasi. Apalagi usai berlebaran biasanya mobil dipenuhi oleh banyak barang. Ada baiknya untuk menjaga mobil bergantian dengan anggota keluarga lainnya atau parkir dilokasi yang mudah untuk diawasi. Soal keamanan ini juga harus semakin diwaspadai jika Anda membawa barang dengan menggunakan tempat penyimpanan di luar mobil seperti roof rack atau basket carrier.

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *