Cara Antisipasi Understeer & Oversteer Saat di Jalan

 Toyota Samarinda : Cara Antisipasi Understeer & Oversteer Saat di Jalan.
Antisipasi Understeer & Oversteer

Sebagian dari Anda yang sering menggunakan kendaraan roda empat mungkin pernah mengalami kejadiaan Understeer atau mungkin pernah mendengar istilah ini tetapi belum mengetahui artinya.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan istilah understeer ini? Understeer adalah slip yang terjadi pada bagian roda depan, bagian muka kendaraan mengecil dalam tikungan dan bagian kendaraan melebar atau yang umum dibilang ngepot (rear whell drive), akibat sudut lintasan terlalu tajam dan akselerasi yang tiba-tiba, terutama di tikungan.

Untuk kasus understeer ini mobil akan cenderung lurus walaupun setir sudah dibelokkan. Biasa disebut selip lantaran daya cengkeram roda depan hilang. Jika mengalami kondisi seperti ini bisa berpotensi celaka karena mobil yang Anda kendarai akan mobil nyelonong ke luar jalur.

“Jika memang terjadi kondisi seperti itu, tidak perlu panik. Jangan injak pedal rem dan pedal gas, jika kendaraan transmisi manual injak pedal kopling (free whell) tahan hingga kendaraan terkendali. Jika transmisi otomatis dan belum menggunakan sistem traction control arahkan tuas transmisi ke posisi netral. Counter sterr/membalas setir (untuk pertama kali) ke arah slip kemudikan ke arah tujuan, lakukan hingga kendaraan terkendali.”

Untuk mengantisipasi agar kendaraan Anda tidak mengalami understeer yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat Anda berbelok, memperhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi pada kendaraan Anda. Memperhitungkan kondisi cuaca dan jarak pandang, memperhatikan situasi sekitar dan memanfaatkan kaca spion serta lampu sein sebelum berbelok.

“Jangan menginjak pedal gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang terpenting jangan kehilangan kesabaran
____________________________________________________________________
Cara Antisipasi Understeer & Oversteer Saat di Jalan

Sebaliknya, ada juga istilah Oversteer. Bagi Anda yang sering menggunakan kendaraan roda empat mungkin pernah mengalami kejadian ini.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan istilah oversteer ini? oversteer adalah kebalikan dari understeer, yakni slip yang terjadi pada roda belakang, akibat dari akselerasi yang tiba-tiba atau pengereman pada saat menikung. Sehingga daya cengkeram ban belakang hilang.

Untuk kasus oversteer ini bobot mobil akan pindah ke depan sehingga daya cengkeram ban belakang berkurang dan akan membuat mobil tak terkendali serta berpotensi menabrak pada bagian samping kendaraan. Bahayanya pada bagian samping kendaraan tidak memiliki perlindungan sebaik bagian depan atau belakang.

“Penanganan oversteer hampir sama dengan penanganan understeer dan yang terpenting tidak panik, jangan injak pedal rem dan pedal gas, jangan pindahkan posisi tangan di setir. Jika kendaraan transmisi manual injak pedal kopling (free whell) tahan hingga kendaraan terkendali. Jika transmisi otomatis dan belum menggunakan sistem traction control arahkan tuas transmisi ke posisi netral. Counter sterr/membalas setir (untuk pertama kali) ke arah slip kemudikan ke arah tujuan, lakukan hingga kendaraan terkendali.

Untuk mengantisipasi agar kendaraan Anda tidak mengalami oversteer yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat Anda berbelok, memperhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi pada kendaraan Anda. Memperhitungkan kondisi cuaca dan jarak pandang, memperhatikan situasi sekitar dan memanfaatkan kaca spion serta lampu sein sebelum berbelok.

“Jangan menginjak gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang paling penting adalah jangan kehilangan kesabaran.

Silahkan Share ...Share on Google+Share on FacebookTweet about this on Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *