Awas Hydroplanning Bisa Mencelakakan Anda!

Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Toyota Samarinda : Awas Hydroplanning Bisa Mencelakakan Anda!

Hydroplanning Bisa Mencelakakan Anda

Teknologi mobil dan ban boleh saja berkembang terus seiring berjalannya waktu. Berkendara pun akan semakin aman dan nyaman dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Namun tidak seorangpun, atau teknologi apapun yang bisa melawan sifat alam.

 

Hal ini juga berlaku untuk berkendara. Hujan yang akan membasahi permukaan bumi membuat pengendara harus ekstra hati-hati dan awas karena jalanan yang licin, dan genangan ada dimana-mana. Teknologi ban mobil dan fitur bantu keselamatan berkendara, semaju apapun, tidak akan menjamin traksi tetap maksimal di kondisi jalanan basah.

 

Berkendara hujan

 

Hal seperti ini menuntut kelihaian dan ketenangan sang pengemudi, untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Salah satu faktor penyumbang kecelakaan, terutama saat permukaan jalan basah atau licin adalah aquaplanning, atau biasa disebut juga dengan hydroplanning.

 

Gejala ini muncul saat ban tidak bisa memberikan cengkraman yang maksimal dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi tapak ban untuk ‘bertemu’ dengan pemukaan jalan. Air di permukaan jalan adalah sesuatu yang bisa mengkontribusikan hal tersebut.

 

Kalau mau dianalogikan, seperti orang yang terpeleset saat berjalan di jalanan berair atau licin. Kalau jatuh rasanya tidak enak, bukan?

 

Efek Hydroplanning

 

Pernah merasakan mobil Anda berlaku lain saat melintasi genangan di kecepatan tinggi? Misalnya kemudi yang terasa tiba-tiba kosong, menarik ke satu sisi, kecepatan tiba-tiba berkurang, atau bahkan hilang kendali sama sekali dan semuanya bisa berujung pada kecelakaan. Itulah yang disebut hydroplanning. Ban kehilangan traksi karena melindas air dalam kondisi yang tidak tepat.

 

wasapada genangan air

 

Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa sebuah mobil bisa mengalami kecelakaan karena efek hydroplanning? Jawabannya sederhana namun beragam. Dari sisi mobil bisa jadi kecepatannya terlalu tinggi saat mencapai genangan air, sehingga tapak ban tidak sanggup memecah air dengan maksimal. Kedua, tapak ban memang sudah menipis atau tekanan angin tidak tepat, dan ketiga reaksi yang tidak tepat dari sang pengemudi.

 

Biasanya yang terakhir ini adalah refleks alami seorang manusia saat mendeteksi sesuatu yang tidak beres dan berpotensi bahaya. Namun reaksi yang berlebihan malah membuat situasi makin kacau. Ingat, ini kondisi dimana ban sedang kehilangan kontak dengan permukaan jalan.

 

Siapa Yang Berpotensi Terkena Hydroplanning?

 

Semua kendaraan. Tapi ada beberapa hal yang utama. Pertama adalah bobot mobil. Semakin berat akan semakin membuat mobil tertekan ke bawah, dan ban bisa kontak dengan jalan secara maksimal. Namun perhitungkan juga lebar ban, semakin lebar, biasanya akan semakin sulit untuk terkena efek tersebut.

 

hilang traksi

 

Tapi lebar ban saja belum cukup. Kecepatan harus dijaga untuk tidak berubah secara tiba-tiba. Selain itu, tapak ban harus berada di kondisi yang masih normal. Semuanya akan percuma kalau ban gundul. Hal lainnya adalah, mobil yang berkendara dengan cruise control, akan lebih rentan terkena efek hydroplanning.

 

Cruise control, seperti yang kita ketahui, berfungsi untuk menjaga kecepatan tetap stabil. Saat dirasa kecepatan menurun atau akan bertambah, fitur ini akan menambah gas atau mengerem dengan sendirinya. Nah, saat terjadi hydroplanning, kecepatan akan menurun, dan komputer memerintahkan untuk berakselerasi secara otomatis. Efeknya? Ban makin kehilangan traksi.

 

Bagaimana Menghindari Hydroplanning?

 

    • Jaga kecepatan

 

    • Cek selalu kondisi ban, baik tekanan maupun kondisi tapaknya

 

    • Waspadai genangan air, sekecil apapun

 

    • Matikan cruise control saat cuaca hujan

 

    • Jika memungkinkan, pada jalan satu arah yang memiliki lebih dari satu lajur (jalan tol misalnya) hindari sisi jalan yang lebih rendah. Air akan berkumpul di titik terendah sebuah bidang.

 

    • Angkat kaki dari pedal gas saat terasa mobil menjadi aneh saat melewati genangan air

 

    • Jangan injak rem dengan keras, karena bisa membuat ban semakin kehilangan grip

 

  • Pegang kuat-kuat lingkar kemudi, dalam kondisi lurus. Jangan bermanuver saat hydroplanning.
Silahkan Share ...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *